Sunday, July 29, 2018

NITROGEN


NITROGEN

Pekebun dan petani  tentu akan sangat senang apabila tanaman yang ditanam tumbuh dengan sehat, bagus dan optimal. Dalam pertumbuhan tanaman akan dipengaruhi dan dikontrol oleh faktor dalam dan faktor luar. Salah satu faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah unsur hara. Apabila kekurangan unsur hara maka pertumbuhan tanaman akan terganggu. 

Unsur hara dibagi menjadi 2 yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah yang banyak sedangkan mikro sedikit.

NITROGEN (N) adalah termasuk unsur hara makro karena kebutuhannya lebih besar. Gahkan karena kebutuhannya yang paling besar maka nitrogen disebut juga unsur hara makro primeir.
Unsur N diserap oleh tanaman dalam bentuk ion amonium (NH4+) atau ion nitrat (NO3-). Sumber unsur N dapat diperoleh dari bahan organik, mineral tanah, maupun penambahan dari pupuk organik.

Manfaat nitrogen bagi tanaman adalah sebagai berikut:
  1. Membuat tanaman lebih hijau
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (mempengaruhi tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang)
  3. Menambah kandungan protein hasil panen.
Akibat kekurangan unsur N akan menunjukkan gejala :
  1. Tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat kekurangan klorofil
  2. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah cabang lebih sedikit
  3. Perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya
  4. Pada tahap lanjut, daun menjadi kering dimulai dari daun pada bagian bawah tanaman.
Unsur hara nitrogen bagi tanaman dapat diperoleh dari dalam tanah (tersedia), dari bahan organik atau dari penambahan pupuk organik. Jadi kesimpulannya tanaman jangan sampai kekurangan unsur N agar menghasilkan pertumbuhan yang optimal
<

KALIUM


KALIUM

Dalam proses pertumbuhan tanaman, unsur Kalium (K) merupakan salah satu unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak juga, selain unsur N dan P. 

Unsur K diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K+. Kandungan unsur K pada jaringan tanaman sekitar 0,5 - 6% dari berat kering.

Manfaat unsur K bagi tanaman adalah :
  1. Kalium dikenal sebagai unsur untuk mengaktifkan enzim. Sekitar 80 jenis enzim aktivasinya memerlukan unsur Kalium
  2. Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman
  3. Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman
Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N, yaitu:
  1. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
  2. Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis).
Gejala kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik. 



<

PHOSPORE


PHOSPORE

Seperti halnya nitrogen, unsur hara phospore juga sangat dibutuhkan tanaman. 
Phospore (P) dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak, dia termasuk juga unsur hara makro primeir.
Keberadaan unsur P berfungsi sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme tanaman. Manfaat unsur P adalah sebagai berikut:
  1. Memacu  pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik
  2. Menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
  3. Memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
  4. Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah
  5. Menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.
Tanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala :
  1. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
  2. Sistem perakaran kurang berkembang
  3. Daun berwarna keunguan
  4. Pembentukan bunga/ buah/ biji terhambat sehingga panen terlambat
  5. Persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan tidak sempurna.
Bagi pekebun dan petani tanaman yang berharap menghasilkan buah yang bagus maka unsur P ini akan sangat penting sekali karena mempengaruhi hasil buahnya.

Saturday, July 28, 2018

SUPER DEKOPON


Tahun 2014 jeruk siam Indonesia memang masih menguasai pasar dalam negeri hingga hingga 80%. Sisanya dipenuhi oleh jeruk import. Namun karena jeruk siam mempunyai rasa yang sedikit masam lambat laun terkikis oleh jeruk import yang kebanyakan berjenis ponkan dengan rasanya lebih manis.

Untuk membendung masuknya jeruk import yang mulai membanjiri pasar jeruk di Indonesia, maka pemerintah menggiatkan program “keprokisasi” lagi yang sebetulnya sudah diluncurkan dari tahun 2009. Kemudian banyak vaietas jeruk keprok yang ditanam di Indonesia diantaranya  keprok batu 55,keprok brastepu, keprok garut, keprok Madura, keprok Soe, keprok Gayo dan lain-lain.

Kemudian masuk juga varietas lain dengan postur yang super wow dari segi ukuran, rasanya manis, tanpa biji, warna kulit kuning berkeriput. Jeruk dekopon adalah jeruk yang berasal dari Jepang. Menurut beberapa pakar jeruk, dekopon diduga adalah jeruk hasil persilangan dari ponkam Citrus reticulate dan jeruk manis Citrus sinensis.

Bagaimana menanam DEKOPON?

Pertama buat lubang tanam berukuran 50x50x50 cm, diamkan lubang tanam selama 2-3 hari supaya raacun dalam tanah hilang. Kemudian menyiapkan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang sebagai media penutup lubang tanam.

Ambil bibit jeruk dekpon, lepaskan polybagnya dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran dan media tanamnya. Kemudian masukkan pangkal bibit jeruk dekopon ke dalam lubang tanam Tutup lubang tanam dengan media tanam yang telah disiapkan. Lakukan penyiraman.

Penyiraman selanjutnya 1-2 kali sehari pada 2 minggu pertama penanaman jeruk dekopon. Selanjutnya penyiraman dapat dilakukan cukup 1 kali sehari apabila tidak terjadi hujan.
Setelah pohon jeruk dekopon tumbuh, lakukan pangkasan terhadap ranting-ranting yang tidak perlu serta penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar pohon jeruk dekopon.

Berikan pupuk susulan agar asupan unsur hara yang diperlukan tanaman jeruk dekopon dapat terpenuhi. Berikan pupuk kombinasi kimia dan pupuk organik seperti pupuk NPK buah dan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Lakukan semua tahapan dengan ikhlas, nikmati prosesnya dan jangan lupa berdo’a agar pohon jeruk dekopon Anda tumbuh optimal dan berbuah lebat.


Friday, July 27, 2018

PERMAK DURIAN PURBA


Top Working Pohon Durian

Durian memang pantas disebut sebagai rajanya buah. Selain rasanya yang benar-benar manis, legit, lezat dan terkadang ada rasa pahitnya, buah durian telah mampu membuai banyak orang.  Sehingga banyak orang ingin menanamnya. Apalagi sekarang banyak sekali jenis durian yang mampu berbuah di umur yang relatif pendek, biji kecil,  daging buah tebal dan ukuran besar (bisa mencapai 15 kg per buah).

Lalu bagaimana jika seseorang sudah terlanjur menanam durian lokal yang tidak mempuyai  sifat unggul tersebut di atas atau ingin mengganti jenis duriannya dengan jenis yang lain?

Gampang saja…..lakukan  top working di pohon durian Anda.

Top Working adalah cara memperbaiki mutu tanaman dengan cara menyatukan  tanaman yang sudah dewasa berupa pokok tanaman dengan entres dari tanaman unggul yang dikehendaki. Dari satu pokok durian dapat  diberi 2 atau lebih entres dengan jenis yang sama atau entres yang berbeda sehingga nantinya dalam satu pokok durian terdapat lebih dari satu jenis durian.

Keunggulan tanaman hasil top working ini adalah :

1.       Dari satu pokok tanaman dapat mempunyai beberapa jenis tanaman.
2.       Saat kekeringan tidak perlu menyiram karena pokok tanaman durian sudah mampu mencari sumber air dari dalam tanah.
3.       Entres atau mata tunas akan cepat tumbuh besar karena pokok tanaman sudah mempunyai perakaran yang banyak sehingga mampu mensuplai asupan unsur hara bagi pertumbuhan entres.

Alat yang diperlukan unutk melakukan top working ini adalah :

1.       Pisau okulasi yang tajam dan bersih.
2.       Plastik tape atau plastik okulasi.
3.       Tali raffia.
4.       Plastik besar untuk sungkup
Text Box: Cara-cara top working akan dibahas di artikel berikutnya 

Nah dari hasil top working inilah nantinya kita dapat menikmati durian dengan jenis yang kita kehendaki.


MUDAH BUKAN??

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO


GEJALA TANAMAN KEKURANGAN DAN KELEBIHAN UNSUR HARA MAKRO NPK

Kita pasti menginginkan tanaman yang ditanam akan tumbuh dengan baik. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah asupan unsur hara bagi tanaman. Kekurangan dan kelebihan unsur hara akan sangat merugikan para petani karena pertumbuhan tanaman terganggu seperti kerdil, ujung daun mongering, daun keriting, buah kecil-kecil, bulir-bulir biji kecil, daun layu dan masih banyak lagi.

Hal tersebut di atas dapat kerjadi karena adanya kelebihan atau kekurangan unsur hara. Gejala-gejala tanaman kekurangan atau kelebihan unsur hara dapat diketahui dari tanda-tanda fisik yang terdapat pada bagian tanaman terutama dau dan batang.



Berikut beberapa gejala yang ditunjukkan tanaman bila kekurangan atau kelebihan unsur hara tertentu :


NITROGEN (N)
Kekurangan:
  • Pertumbuhan terhambat, kerdil, dan lemah.
  • Pada daun bagian bawah akan menguning karena kekurangan klorofil.
  • Tulang-tulang di bawah daun muda akan terlihat pucat.
  • Daun akan mengering dan rontok, meskipun daun muda.
Kelebihan:
  • Terjadi perubahan warna daun menjadi hijau tua.
  • Daun menjadi terlalu lebat sehingga menjadi terlalu rimbun sehingga mudah menyerap dan menyimpan air sehingga rentan terhadap serangan penyakit karena jamur maupun bakteri.
  • Turunnya produksi bunga dan buah.
PHOSPORE
Kekurangan:
  • Daun tua berubah warna menjadi keunguan dan cenderung kelabu.
  • Pada tepi daun tua menjadi coklat.
  • Pada tulang daun muda berubah menjadi hijau gelap.
  • Pada  tepi daun muda seperti terbakar, daun kerdil, dan akhirnya gugur.
  • Gejala pada beberapa tanaman, di sekitar tulang daun akan berubah warna menjadi gelap dan coklat kehitaman.
  • Pertumbuhan menjadi lambat dan tanaman kerdil.
Kelebihan:
  • Kelebihan fosfor menakibatkan proses penyerapan unsur hara nitrogen berkurang karena terjadi ikatan-ikatan kimia antara P dan N sehingga daun menjadi pucat, layu dan kering.
KALIUM (K)
Kekurangan:
  • Pada daun tua terlihat kering dan terlihat bercak seperti terbakar hingga akhirnya gugur.
  • Bunga menjadi mudah gugur.
  • Tepi daun menggulung ke bawah.
Kelebihan:
  • Gejala tanaman kelebihan unsur hara kalium mengakibatkan terhambatnya penyerapan kalsium dan magnesium. Sehingga gejala kelebihan kalium mirip dengan gejala kekurangan unsur kalsium dan magnesium. Pertumbuhan tanaman terhambat, sehinggatanaman mengalami defisiensi, daun tampak mengerut kemudian tepi daun menguning, timbul bercak-bercak coklat kemudian daun mati.

Cara penanggulangan kekurangan unsur hara makro yaitu dengan melakukan pemupukan sesuai denga kebutuhan. Demikian  sebaliknya dengan gejala kelebihan unsur hara makro yaitu dengan mengurangi jumlah pupuk yang diberikan.

ZPT NOVELGRO ALPHA

ZPT NOVELGRO ALPHA Novelgro Alpha adalah salah satu produk dari PT Novelvar yaitu berupa zat tumbuh tanaman   berasal dari ekstraksi ...